Shafiah

SHAFIAH

penyelamat para isteri nabi

Merupakan kebiasaan Rasulullah, jika keluar berperang selalu meninggalkan isteri-isterinya dalam benteng Hisan bin Tsabit. Kebiasaan ini juga dilakukan pada waktu perang Khandaq, sehingga benteng Hisan dipenuhi kaum wanita, termasuk Shafiah di dalamnya. Hisan adalah orang yang dipercayai Rasulullah untuk menjaga mereka.

Kebiasaan Rasulullah itu diketahui oleh orang-orang Yahudi yang menginginkan kecelakaan mereka. Maka dikirimlah seorang mata-mata untuk mencari informasi tentang posisi benteng serta penjagaannya. Secara menyamar, beberapa kali orang Yahudi itu berhasil mengelilingi ben­teng. Tapi, Shafiah selalu siaga dan mencurigainya.

“Wahai Hisan, turunlah dari benteng dan bunuhlah dia sebelum mencelakai kita,” kata Shafiah.

“Wahai Shafiah, dari mana anda tahu orang Yahudi itu memata matai kita,” tanya Hisan.

“Aku telah melihatnya berkeliling di sekitar benteng. Kemudian aku melihat ia berdiri di pintu mencuri pende­ngaran. Aku lihat wajahnya dan aku tahu dari tampangnya bahwa ia adalah seorang Yahudi.”

Untuk yang kedua kalinya Hisan merasa bimbang, dan Shafiah menyadari hal itu. Lalu Shafiah bergegas menuju tiang besi yang tergeletak di halaman benteng. Dengan tiang-tiang kemah itu Shafiah mendekati pintu benteng. Lalu pelan-pelan ia membuka pintu, dan bersembunyi di balik pintu sambil menghunus senjata.

Mata-mata Yahudi itu mengira, bahwa pintu terbuka karena hembusan angin. Kesempatan emas terbentang di hadapannya. Dan kemudian ia dekati pintu, lalu menjulurkan kepalanya menyelidiki isi benteng. Ketika ia yakin bahwa tidak ada orang lain yang melihat, maka langsung bergegas melangkah masuk. Tiba-tiba kepalanya dihantam besi oleh seseorang dari balik pintu hingga roboh dan tewas seketika. Dan, Shafiah telah berhasil menyelamatkan seluruh kaum wanita yang berada di dalam benteng dari ancaman orang Yahudi.

Perang Uhud

Shafiah adalah bibi Rasulullah. Ayahnya bernama Abdul-Muthalib bin Hasyim. Sedang ibunya bernama Halah binti Wahb. Hamzah, yang dikenal dengan panggilan Singa Allah dan Rasul-Nya itu adalah saudara kandungnya. Maka bukan barang mustahil jika keperkasaan Hamzah mempengaruhi jiwa Shafiah yang dicintainya.

Shafiah masuk Islam, kemudian berbai’at kepada Rasu­lullah. Lalu ia ikut berhijrah bersama Rasulullah ke Madinah. Dan wanita ini banyak meriwayatkan hadis Nabi.

Shafiah juga ikut memperkuat panji pasukan muslim dalam perang Uhud yang bertempur membela Rasulullah. Khususnya ketika kaum muslimin menderita kekalahan dari kaum musyrikin akibat para pemanah melanggar perintah Rasulullah selaku komandan perang. Shafiah berseru ke­pada orang-orang yang lari bercerai-berai dengan teriakan, “Celaka kalian, kalian tinggalkan Rasulullah!”

Ketika mengetahui Hamzah telah gugur, Rasulullah ingin memulangkan Shafiah ke Madinah. Namun ia meno­lak, dan tetap tinggal bersama pasukan Islam.

Banyak kitab karya salafus-saleh menceritakan kepan­daian Shafiah di bidang sastra dan bahasa, serta riwayat tentang syairnya. Ia wafat pada tahun 20 hijriyah, di masa pemerintahan khalifah Umar bin Khathab. Kini tinggal hadis-hadis yang diriwayatkannya yang tetap abadi bersama kita.

(sumber : Namadzijul Mar-atil Muslimah, Prof.DR.Ahmad Muhammad Jamal)

%d bloggers like this: