Kisah aneh mereka yang meragukan sunnah Rasulullah SAW

Allah mengutus Rasul-Nya kepada Manusia untuk menjelaskan tentang apa yang diturunkan- Nya. Allah SWT pun mewajibkan manusia untuk mencintai dan meneladani para utusan‑Nya itu.

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya) dan ulil Amri diantara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalilah ui kepada Allah (Al-Quran) dan Rasul-Nya (Sunnah), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian, yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS:An-Nisa:59)

Rasulullah SAW bersabda barangsiapa yang mentaatiku, maka ia akan masuk surga dan barang siapa yang durhaka kepadaku maka sungguh dia telah enggan”(HR.Bukhari)

lnilah yang diyakini oleh para sahabat Rasullullah SAW, mereka taat kepada Rasulullah SAW, mencintainya, dan mendahulukan petunjuknya dari pada perkataan manusia siapapun adanya. Lebih dari itu para sahabat berupaya menjaga sunnah Nabi SAW sehingga ketika ada orang yang mencelanya, meragukannya atau melecehkannya, mereka pun akan memboikot, memukulnya, atau bahkan membunuhnya. Begitulah cara mereka menjaga sunnah dari musuh-musuh Allah.

Masa demi masa berganti. Semakih jauhlah manusia dari pengaruh generasi terbaik. Apalagi sejak maninggalnya Nabi dan para sahabat, merebaklah  manusia-manusia yang lemah iman. Kejahatan, kemunafikan dan kebodohan pun menyusup dalam kehidupan ummat Islam. Karena itulah mereka tidak memiliki perhatian yang memadai terhadap sunnah Nabi. Bahkani tidak sedikit yang melecehkan sunnah RasulullahSAW.Tidakkah mereka mengetahui sikap mereka itu akan membawa bencana besar didunia dan akhirat

“Hai orang-orangyang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu kepada sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu,sementara kamu tidak menyadari.” Demikian firman Allah dalam surah Al-Hujaraat :2.

Di zaman yang penuh fitnah ini, gelombang penentang sunnah Nabi SAW tumbuh subur dengan berbagai tipe dan merknya. Ada yang secara terang-terangan, ada pula yang secara terselubung. Diantara golongan yang daptt dikategorikan sebagai penentang sunnah adalah:

1. Golongan yang mengingkari sunnah secara mutlak. Mereka hanya mengikuti Al-Quran tanpa disertai dengan sunnah Rasulullah SAW. Terhadap kelompok ini ulama sepakat akan kekafirannya. Karena hanya mengakui Al-Quran tanpa mengakui sunnah Rasul-Nya adalah sesat. “Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah keras hukumannya.” Demikian firman Allah dalam surat Al-Hasry:7.

2. Golongan yang menentang Sunnah Nabi secara tidak langsung. Mereka mempertanyakan kredibilitas sahabat tertentu yang meriwayatkan hadist. Bahkan ada yang menuduh sahabat tersebut tidak bagus hafalannya dan tidak wara’ .

3. Golongan yang menolak hadist istiqlaliyah/zaidah (hadist yang berdiri sendiri), yang tidak disebut secara langsung didalam Al-Quran sebagai petunjuk. Padahal ulama salaf telah bersepakat bahwa sunnah Nabi wajib diterima secara mutlak. Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya apa yang diharamkan adalah sebagaimana yang diharamkan Allah.” (HR.Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Allah Taala menjelaskan kepada kita dalam banyak ayat-ayat-Nya bagaimansa kesudahan suatu kaum yang mengingkari perintah Rasul-Nya. Kaum  Nabi Nuh Allah SWT binasakan dengan banjir, raja firaun Allah SWT binasakan dengan gulungan air lautan lantaran enggan taat kepada Nabi Musa AS. Dan masih banyak kisah­-kisah nyata lainnya yang Allah  sebutkan dalam Al-Quran. Kisah-kisah tersebut dapat kita ambil pelajaran, bahwa siapapun yang meragukan, durhaka, melecehkan, membenci, mengingkari dan memusuhi setiap Rasul yang Allah SWT utus pasti ada akibatnya. Cepat atau lambat.

Hal tersebut sebagaimana ditegaskan Allah SWT dalam firman-Nya “Sesugguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al-Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya den menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman” (QS. Yusuf :111)

Itulah kaum yang telah lalu. Bila mereka baik tentu ada pahalanya, dan jika tidak maka ada balasannya yang setimpal. Dan Allah SWT

berfirman :”itu adalah umat yang telah lalu, baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan dan kamu tidak akan dimintai pertanggungjawaban tentang apa yang telah mereka kerjakan.” (QS.Al-Baqarah:134)

Allah SWT telah memperingatkan umat ini agar tidak menyelisihi perintah Rasul-Nya. Sebagaimana saat ini telah marak di Indonesia. Banyak aliran sesat yang bermunculan dan mempengaruhi manusia yang lemah iman dan pengetahuan agamanya. Bahkan, ada yang mengatakan dirinya nabi atau malaikat. Dan Allah SWT berfirman :”Dan janganlah kamu jadikan panggilan Rasul di antara kamu seperti panggilan sebahagian kamu kepada sebahagian (yang lain). Sesungguhnya Allah telah mengetahui orang-orang yang berangsur-angsur pergi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya). Maka hendaklah orang­-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa azab yang pedih (QS: An-Nuur : 63):

Untuk setidaknya mendukung analisa di atas, berikut ini di ketengahkan beberapa kisah aneh yang menimpa orang-orang yang sebelum maupun yang terjadi di masa kini, lantaran keraguannya terhadap ajaran Islam ataupun Sunnah Nabi Muhammad SAW,

1.Wajah berubah menjadi wajah keledai karena mendahului imam saat sholat berjamaah

Ibnu Hajar pernah menyampaikan cerita tentang sebagian manusia penuntut ilmu, bahwasanya ada di antara mereka yang melakukan perjalanan ke Damaskus untuk menimba hadist dari seorang Syech tersohor yang ada di sana.Lalu dia belajar dan membacakan beberapa hadist di hadapan Syech tersebut. Akan tetapi Syech tersebut selalu membatasi antara dirinya dengan murid-muridnya dengan sebuah tabir, sehingga mereka tidak dapat melihat wajahnya.

Ketika seorang murid tersebut telah lama menuntut ilmu darinya, dan dia mengetahui betapa antusiasnya muridnya yang satu ini, akhirnya dia membuka tabir agar muridnya itu dapat melihat wajahnya. Setelah dibuka ternyata rupa Syechnya tersebut berwujud keledai. Kemudian Syech tersebut berkata;”Berhati-hatilah. wahai muridku dalam mendahului imam dalam shalat, karena sesungguhnya aku pernah membaca sebuah hadist dan aku menganggap hal itu tidak mungkin terjadi. Lalu akupun mendahului imam dan ternyata wajahku berubah seperti yang engkau lihat sekarang

2. Kakinya lumpuh seketika dan dipenuhi dengan belatung karena melecehkan sebuah hadist Rasulullah SAW.

Ibnu Qayyim berkata,”Ahmad bin Marwan Al Maliki bercerita dalam kitabnya Al-Mujalasah….

(beginilah cerita itu):

Zakaria bin Abdurrahman Al Bashri pernah bercerita kepadaku:(Ahmad bin Marwan Al Maliki), “Aku pernah mendengar Ahmad bin Syi`aib bertutur ,”Kami  pernah menghadiri majelis ilmu ulama hadist. Kemudian ia bercerita kepada kami hadist Nabi SAW berikut:

“Dan7sesungguhnya malaikat-malaikat meletakkan sayapnya lantaran ridha kepada penuntut ilmu.”(HR Abu Dawud)

Dan tatkala itu’ ada seorang mu’tazilah ikut hadir bersama kami. Ia  melecehkan hadist tersebut seraya berkata, “Demi Allah, besok aku akan memenuhi alas kakiku dengan paku untuk menginjak sayap malaika.”

Ternyata ia benar-benar melakukannya. Dan. tatkala ia berjalan dengan alas kakinya itu, tiba-tiba kedua kakinya langsung lumpuh dan seketika itu pula kedua kakinya dipenuhi dengan belatung.

3. Tangannya masuk kedalam duburnya

Abu Abdillah Muhammad bin Ismail At Taimiy berkata: “Aku membaca sebagian hikayat bahwa ada sebagian ahli bid’ah tatkala mendengar perkataan Nabi Muhammad SAW:

Jika salah satu di antara kalian bangun dari tidurnya, maka janganlah mencelupkan tangannya ke dalam bejana, sampai ia mencucinya, karena dia tidak tahu di mana tangannya bermalam.”

Berkatalah ahli bid’ah tersebut dengan cara mengejek “Aku tahu di mana tanganku bermalam, ya di tempat tidurku.”

Maka pada pagi harinya,  sungguh ia telah memasukkan tangannya kedalam duburnya sampai satu pergelangannya (Bustanul Arifin An-Nawawi)

4. Mati terbakar karena kartun nabi Muhammad SAW

Masih hangat dalam ingatan kita yaitu sebuah surat kabar di Denmark, Jyllands Posten, media yang pernah menampilkan kartun Nabi Muhammad SAW. Editor koran  tersebut dikabarkan mati terpanggang ketika api secara misterius masuk kedalam kamar tidurnya.

Demikian berita ini disiarkan surat kabar di Saudi Arabia. Menurut surat kabar ini, editor tersebut sedang tidur saat api masuk kedalam kamarnya.

Jylland Posten adalah merupakan surat kabar terbesar di Denmark. Surat kabar ini sangat terkenal didunia setelah dua belas karikatur Nabi Muhammad SAW diterbitkan dalam surat kabar ini pada. 30 September 2005.

5. Karena Kebenciannya kepada Islam dan Nabi Muhammad jasad Ariel Sharon membusuk hingga hari ini.

Disebutkan oleh beberapa kantor media, bahwa para dokter di RS.Hadasa telah memasukkan Ariel Sharon (mantan perdana menteri Israel) ke ruang operasi untuk melakukan pembedahan. Sharon memiliki luka membusuk dan tak sadarkan diri selama beberapa minggu. Operasi tersebut dilakukan untuk menyambung bagian-bagian ususnya yang telah membusuk yang menyebabkan dirinya sekarat. Bahkan luka yang membusuk itu telah menyebar kebagian oragan yang lain.

Penyumbatan yang terjadi di otaknya menyebabkan kerusakan di sekujur tubuhnya. Ini sebagai akibat penindasannya terhadap umat Muhammad SAW yang berlangsung terus menerus selama bertahun-tahun. Akhirnya Sharon menderita kelumpuhan di seluruh tubuhnya.

Sharon yang memimpin tentara Israel untuk menyerang Sinai dan Libanon. Dia juga yang menyembelih para tawanan Mesir. Saat ini dia dalam kondisi tidak sadar dan tidak mengetahui sekelilingnya.

Akhirnya Allah SWT memperlihatkan kepada kita keadaan Sharon yang suka menumpahkan darah ini dengan ayat-ayat Allah SWT yang agung yaitu dengan membusuknya jasadnya, sedang dia masih hidup.

6. Karena meremehkan Sunnah Nabi Muhammad SAW patah tulang pahanya.

Seorang laki-laki datang kepada Sa`id bin  Musayyib untuk pamitan berangkat haji dan umroh, maka Said berkat kepada orang tersebut “Janganlah engkau pergi sampai engkau menuinakan shalat terlebih dahulu, karena Nabi Muhammad SAW bersabda: Tidak keluar dari masjid setelah adzan berkumandang kecuali seseorang yang keluar karena mempunyai hajat, sedangkan ia berkeinginan untuk kembali ke mesjid.”

Maka orang itu berkata, “Sesungguhnya teman -temanku sudah sampai rumah, jadi aku pun harus segera pergi.” Sambil berkata demikian orang itu keluar dari mesjid. Maka Said menyesalkan perbuatannya.  Sampai ia mendapat berita bahwa lelaki tadi jatuh dari unta tunggangannya itu dan mengalami patah tulang pahanya.

7. Tanggannya menjadi lumpuh.

Dari Salamah bin Al-Aqwa dia berkata, “Sesungguhnya ada seorang laki-laki makan disisi Rasulullah SAW dengan tangan kirinya, maka beliau bersabda :” Makanlah dengan tangan kananmu.” Laki-laki itu menjawab,”Aku tak bisa”. “Nabi bersabda: “Engkau tak akan bisa.”

Maka, laki-laki itu tidak bisa mengangkat tangan kanannya kemulutnya.

8. Ular mengejarnya

Al-Qodhi Abu Tayyib berkata,”Dahulu kami berada didalam Majelis An-Nadhr di masjid Jami` Al-Mansyur, lalu datang seorang pemuda dari Khurasan kemudian bertanya tentang permasalahan Al Mursah dan meminta dalilnya, dan sampai akhirnya diberikan dalil dengan hadist Abu Hurairah yang menjelaskan tentang perkara tersebut. Maka pemuda itu berkata, “Abu Hurairah tidak diterima hadistnya….”

Pemuda itu tidak dapat menyempurnakan kalimatnya karena seekor ular besar jatuh menimpanya dari atap masjid dan ular tersebut mengejar dirinya. Maka dikatakan kepadanya, “Bertobatlah…bertobatlah!” Pemuda itu pun berkata, “Aku bertobat.” Maka, tiba-tiba ular itu menghilang dan tidak tampak bekasnya.

9.Akibat menyindir Rasulullah SAW

Kisah lain diceritakan oleh Syeikh Ahmad Muhammad Syakir dalam kitabnya Kalimah Al-Haq. Begini kisahnya:

Bahwasanya raja Fuad (Mesir) akan melaksanakan shalat di mesjid Abidin. Lalu diundanglah Syeikh Muhammad Al-Mahdi, karena ia adalah seorang khatib yang pandai berbicara, dan raja Fuad senang shalat dibelakangnya. Dan menteri waqaf pun telah menunjuknya sebagai khatib resmi mesjid itu.

Peristiwa itu bertepatan dengan datangnya Toha Husain yang baru saja menyelesaikan pendidikan S3 jurusan sastra Prancis. Dan raja Fuad adalah orang yang memberikan beasiswa kepadanya dan mengirimnya untuk belajar di Prancis.

Kemudian Muhammad Al-Mahdi ingin menyanjung Raja Fuad yang telah memuliakan seorang yang buta, yakni Toha Husain. Dan dia berkata, “Dia (raja Fuad) tidak bermuka masam dan tidak berpaling tatkala seorang buta datang padanya.”

Dia berkata demikian dengan maksud untuk menyindir Nabi Muhammad SAW, yang mana Allah berfirman: “Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling. Karena telah datang seorang buta kepadanya.” (QS Abasa :1-2)

Jika demikian, maka sifat raja Fuad lebih utama daripada sikap nabi Muhammad SAW kata khatib yang telah menjual agamanya dengan sangat murah ini. Dan pada waktu itu Syeikh Syakir, yang merupakan ayah dari Syeikh Ahmad Syakir ada disana, yang mana dia bekerja sebagai wakil di mesjid Al-Ahzar. Ia bangkit dan berkata, “Wahai sekalian manusia, shalat kalian batal karena khatib telah kafir, maka dari itu ulangilah shalat kalian.”

Hal ini mengakibatkan terjadinya sedikit kegaduhan dan keributan. Namun raja Fuad hanya diam. Namun karena Muhammad Al-Mahdi adalah seorang yang banyak memiliki pembela dan penasihat, maka mereka pun menyuruhnya untuk melayangkan gugatan hakim atas pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Syeikh Muhammad Syakir.

Sedangkan Syeikh Muhammad Syakir mengirim surat kepada para orientalis asing yang memiliki ilmu dan pengalaman atas kandungan makna ungkapan-ungkapan Arab. Didalam surat itu dia dia bertanya, “Apakah ucapan khatib Muhammad Al-Mahdi ini mengandung unsure sindiran terhadap nabi mulia Muhammad SAW atau tidak?”

Sengaja beliau tidak mendatangi ulama Al-Ahzar agar tidak dikatakan mencari dukungan dari mereka (sebab beliau merupakan ulama Al-Ahzar). Dan diketahui kasus ini akan berbuntut dan khatib itu pasti kalah di pengadilan, maka para penasihat Muhammad Al-Mahdi melarangnya untuk melanjutkan kasus ini ke pengadilan.

(ketika bercerita kisah ini) Syeikh Muhammad Syakir bersumpah dengan nama Allah SWT dan berkata, “Sungguh aku melihat kejadian ini dengan kedua mataku, dan  waktu telah lama berlalu dari orang ini (Muhammad Al-Mahdi). Yang mana  dulu ia termasuk khatib besar di kota Mesir yang begitu masyhur, sampai-sampai raja Fuad begitu bersemangat untuk sholat dibelakangnya, sungguh aku melihatnya  telah hina dina, dia menjadi tukang bersih –bersih dan penitipan alas kaki di salah satu mesjid. Aku sengaja bersembunyi dari darinya, karena dia mengenaliku begitu juga aku mengenal dirinya. Dan aku tidak merasa iba dengannya, karena dia tidak layak mendapatkannya dariku.”

Sungguh Allah SWT telah mensegerakan baginya balasan buruk di dunia sebelum di akhirat. Ini akan berlaku dengan tegas bagi mereka yang meragukan dan meremehkan sunnah Rasulullah SAW.

%d bloggers like this: