Syeikh Mahgribi

Dakwah Syeikh Mahgribi ke Kerajaan Jin

Kisah ini diambil dari manuskrip-manuskrip yang terdapat di Timur Tengah. Tidak ada keterangan yang jelas apakah Syeikh Mahgribi dalam kisah ini adalah Syeikh Mahgribi yang disebut juga dengan Syeikh Maulana Malik Ibrahim yang menjadi cikal bakal para Urofa di Indonesia yang tergabung dalam Wali Songo. Tetapi keduanya memang berasal dari Persia.

Disebutkan, Syeikh Mahgribi adalah salah seorang sufi yang berbaur dengan masyarakat kebanyakan. Beliau memiliki sebuah keluarga dengan dua putra. Syeikh Maghribi banyak membimbing masyarakat ke jalan Islam, Menurutnya, untuk menjadi sufi yang hakiki adalah dengan mengikuti kehidupan dan ibadahnya Nabi Muhammad SAW dan Ali bin Abi Tholib.

Setiap dia mendapatkan pertanyaan atau mengungkapkan pendapat, dia akan merenung sejenak untuk berdoa kepada Allah agar pendapat atau jawabannya diridha oleh Allah SWT.

Syeikh Mahgribi telah memahami semua ilmu Fiqh, Aqidah dan Tasawuf. Dirinya selalu melakukan ibadah sunnah selain ibadah wajib, seperti sholat Tahajjud, sholat Harian, membaca Al-Qur’an dan puasa sunnah. Dirinya selalu dalam keadaan wudhu, zikir yang keluar dari mulutnya adalah sholawat kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarganya. Karena tingkat maqomnya dalam kewaliannya telah tinggi sehingga beliau dikaruniai beberapa karomah.

Karomah-karomah yang dimiliki oleh Syeikh Mahgribi antara lain, adalah

  1. 1. Kemampaan untuk melipat bumi

Suatu ketika Syeikh Mahgribi berdagang dan ikut dalam rombongan kafilah menuju Mesir. Ketika sesampai di Mesir instuisinya mengatakan bahwa keluarganya dalam keadaen bahaya. Dan memang pada saat itu di kampung tempat tinggalnya sedang diserang oleh gerombolan penjahat. Mengetahui keluarganya dalam keadaaan bahaya, maka dengan karomah yang dimilikinya Syeikh Mahgribi dapat kembali ke kampung halamannya hanya dalam beberapa saat yang semestinya di tempuh dengan waktu berhari-hari.

  1. 2. Bala bantuan pasukan gaib

Dikisahkan, sesampai di kampung halamannya, dia membuat hijab untuk melindungi keluarganya. Dengan karomahnya sehingga lewat hijab itulah tidak terlihat oleh para penjahat tersebut keberadaan dirinya beserta keluarganya. Lalu, Syeikh Mahgribi bermunajat kepada Allah untuk memohon pertolongan. Para penjahat tersebut sangat terkejut karena mereka melihat ribuan pasukan sedang menuju ke arah mereka, sehingga mereka tidak ingin mengambil resiko untuk berhadapan dengan ribuan pasukan tersebut. Mereka segera meninggalkan kampung itu. Padahal selain para penjahat dan Syeikh Mahgribi, tidak ada satupun orang yang melihat bahwa ada pasukan yang berjumlah ribuan tersebut.

3. Memerintah Burung

Pada suatu saat Syeikh Maghribi melihat dua orang yang berteman sedang bertengkar. Salah satu dari mereka menuduh yang satunya telah mengambil uang miliknya dan sebuah kantung.Tetapi yang satunya bersikeras bahwa dia tidak mencuri uang berupa kepingan emas milik sababatnya itu. Melihat keduanya terus bertengkar, Syeikh Maghribi menghampir mereka. Syeikh tidak kenal dengan kedua orang tersebut. Syeikh menghampiri mereka dan menanyakan duduk permasalahannya. Setelah mendengarkan permasalahannya, Syeikh Maghribi berkata bahwa teman yang satunya memang tidak mencuri uang milik temannya, tetapi kantong uang itu terjatuh di suatu tempat dimana keduanya pernah singgah sebelumnya. Lalu Syeikh Maghribi berkata bahwa tak akan lama lagi ada seekor burung yang akan membawa kantong uang ke pemiliknya. Tak lama kemudian memang datang seekor burung yang terbang di atas mereka dan menjatuhkan sebuah kantong berisi uang berupa kepingan emas tersebut. Pemilik uang itu sangat berterimakasih pada Syeikh dan hendak menghadiahkan beberapa keping uang emas tetapi ditolak olehnya. Syeikh Maghribi berkata bahwa Allah telah mencukupkan kehidupannya. Setelah berkata demikian dia pun pergi meninggalkan mereka berdua. Sebelumnya Syeikh berpesan kepada keduanya agar mereka meningkatkan ibadah, iman dan amal mereka.

4. Mengubah pasir menjadi air

Suatu ketika Syeikh Maghribi ikut di dalam perjalanan bersama rombongan kafilah. Mereka kehabisan air untuk minum , dan mereka sangat kelelahan dikarenakan teriknya sinar matahari. Mereka meminta tolong kepada Syeikh untuk memohon kepada Allah agar dapat menemukan sumber air di padang gurun pasir yang tandus itu. Syeikh merasa kasihan pada mereka. Dia berkata kepada mereka, “Kehausan kalian belum seberapa dibandingkan dengan pasukan Yazid di Padang Karbala.” Tetapi Syeikh tetap membantu mereka. Setelah itu dia berdoa kepada Allah SWT dan memerintahkan mereka agar mengisi tempat minum mereka dengan pasir dan menutupnya rapat-rapat. Walaupun permintaan tersebut kelihatan ganjil tetapi mereka tetap menjalanakan perintah Syeikh. Lalu Syeikh berdoa kembali kepada Allah. Beberapa saat kemudian, Syeikh meminta agar mereka membuka tutup tempat minum mereka dan pasir itu telah berubah menjadi air yang dapat diminum.

Demikianlah beberapa karomah yang dimiliki oleh Syeikh Maghribi. Ini terjadi karena kezuhudannya dalam beribadah kepada Allah SWT.

BERDAKWAH DI RERAJAAN JIN

Pada suatu saat di tengah malam yang suci, setelah melakukan ibadah sunnah dan dalam keadaan “tenggelam”, dalam cahaya Illahi, Syeikh didatangi oleh seseroang yang berwajah mulia, berwibawa dan bercahaya. Orang tersebut meminta kepada Syeikh untuk datang kedunia kerajaan jin. Maksudnya tak lain untuk mengajak mereka, bangsa jin ke jalan Islam.

Tidak diketahui siapakah orang tersebut, dikarenakan Syeikh tidak mempertanyakan siapakah orang yang datang itu. Kemungkinan bisa Nabi Khaidir AS, Imam Mahdi atau malaikat yang datang.

Setelah orang tersebut memberikan beberapa kalimat agar Syeikh dapat masuk kealam jin, orang itu pun lenyap dari hadapan Syeikh. Syeikh Maghribi pun melaporkan kepada istrinya perihal peristiwa tersebut.

“Wahai istriku, aku didatangi oleh seseorang yang bercahaya tadi malam. Aku tidak menanyakan siapa dirinya. Tapi mungkin saja bisa malaikat, Nabi Khidir AS, atau Imam Mahdi. Dia memintaku untuk melakukan dakwah di beberapa kerajaan jin yang di tunjuknya. Aku mungkin akan meninggalkan dirimu dan anak-anak kita dalam waktu relatif lama, bahkan mungkin aku bisa tidak kembali lagi ke sini. Engkau tahu kan betapa liarnya jin-jin kafir tersebut. Apalagi bila mereka menolak ajakan untuk masuk Islam, ucap Syeikh Maghribi.

“Wahai suamiku, aku rela engkau tinggalkan dan aku serahkan dirimu seluruhnya kepada Allah SWT .”balas istri Syeikh

“Nanti malam aku akan pergi ke lembah, dan aku akan masuk ke alam jin dari sana”, ucap Syeikh pula.

“Pergilah suamiku. Semoga Allah senantiasa menjagamu” jawab sang isteri.

Malamnya setelah berpamitan dengan istri dan kedua anaknya yang masih kecil, Syeikh Maghribi melangkah ke suatu lembah yang jaraknya cukup jauh. Sesampai di lembah tersebut, Syeikh melaksanakan sholat sunnah dan berzikir kepada Allah. Setelah itu dia membaca kalimat pembuka alam jin. Ketika dia membuka matanya, Syeikh merasa sudah berada di alam lain. Ya, dia sudah berada dialam jin.

Syeikh pun bangkit dan melihat di hadapannya sebuah bangunan besar dan menjulang sangat tinggi. Dia melangkah menghampiri bangunan itu. Setelah di depan pintu gerbang, Syeikh dihadang oleh dua makhluk bertubuh raksasa dengan taring panjang menyeringai, mata merah dan masing-masing membawa pedang berkilat-­kilat.

“Wahai makhluk Allah, temukan diriku dengan rajamu!” pinta Syeikh denganpenuh kesopanan dan kelembutan.

“Kurang ajar, beraninya ada manusia datang kemari. Pergilah sebelum aku bunuh. Kau tidak layak bertemu dengan rajaku,” bentak salah seorang penjaga tersebut.

“Maaf, aku tidak bisa pergi dari sini sebelum aku bertemu dengan rajamu. Karena aku datang membawa misi untuk kebaikan negeri ini,” balas Syeikh.

Mendengar jawaban Syeikh Maghribi, tanpa berbicara lagi kedua makhluk itu mengayungkan pedangnya dan menyerang Syeikh Maghribi. Tetapi seketika itu muncul sebuah lidah api yang keluar dari tubuh Syeikh dan langsung melalap kedua tubuh penjaga tersebut.

Kedua jin itu akhirnya meminta ampun, dan Syeikh pun memadamkan api itu dengan doa dan sekaligus tubuh kedua jin itu kembali normal. Akhirnya, kedua penjaga tersebut bersedia mengantarkan Syeikh ke hadapan raja mereka.

Singkat cerita, sampailah Syeikh Maghribi di hadapan raja jin.

“Siapa engkau wahai manusia dan ada keperluan apa yang membawa engkau sampai ke negeriku yang jauh ini?” tanya raja jin yang bertubuh sedang berwajah seperti manusia itu.

“Wahai Raja, kedatanganku kemari adalah untuk mengajak anda dan penghuni seluruh kerajaan ini untuk masuk Islam,” jawab Syeikh Maghribi.

“Aku pernah mendengar agama ini. Apa istimewanya agama yang engkau tawarkan kepada kami itu?” tanya raja lagi.

Syeikh merenung sejenak dan berdoa kepada Allah, lalu menjawab pertanyaan raja jin tersebut.

“Banyak sekali keistimewaannya. Di antaranya adalah bahwa Tuhan yang disembah hanya satu. Persamaan hak semua golongan dan surga setelah kita mati,” jawabnya, menjelaskan.

Lalu terjadi dialog antara Syeikh dan raja jin disaksikan para penghuni kerajaan. Sampai akhirnya tibalah pada suatu kesimpulan.

“Baiklah wahai manusia. Engkau datang dengan sendiri tanpa ditemani engkau berani masuk ke kerajaan ini dan menawarkan sesuatu yang baru pada kami. Bisa saja kami membunuh engkau. Aku hargai niat baikmu, dan aku yakin yang engkau tawarkan pada kami adalah kebaikan untuk kami. Oleh karena itu kami harap engkau tinggal beberapa saat disini untuk mengajarkan kami tentang Islam. Apa yang kami lakukan pertama kali jika kami ingin masuk ke dalam agamamu?”

Syeikh pun berdoa lagi sebelum menjawab pertanyaan itu.

“Bersyahadatlah! Ikuti ucapanku. Aku berjanji demi Allah akan mengajarkan kalian tentang Islam,” jawabnya kemudian.

Maka sejak itu seluruh penghuni kerajaan itu menjadi Jin Muslim. Selama kurang lebih tiga bulan waktu alam jin Syeikh Mahgribi mengajarkan hal-hal yang penting dalam Islam.

“Wahai raja, aku kira untuk saat ini ilmu agama Islam yang kuajarkan sudah cukup. Apabila aku kembali ke duniaku, aku minta raja untuk mengirim beberapa dari kalian untuk memperdalam lagi di tempatku mengajar. Semoga Allah SWT senantiasa beserta kita semua. Aku ada tugas satu lagi untuk mengunjungi suatu kerajaan jin lagi yang jaraknya aku kira cukup jauh dari sini. Letaknya di daerah pulau yang subur dan banyak hujan. Bila dari duniaku harus ditempuh berbulan-bulan waktuku dan mengarungi lautan yang cukup luas,” ucap Syekh.

“Baiklah wahai Syeikh. Aku sangat berterima kasih kembali atas kedatangan Syeikh sehingga kami terbebas dari jalan sesat. Yang aku tahu di tempat yang Anda sebutkan sebenarnya banyak kerajaan jin. Tapi disana memang dipegang oleh salah satu kerajaan besar. Di sana pula ada kerajaan manusia yang beragama Hindu dan Budha. Semoga perjalanan Anda tidak

mengalami rintangan,” balas raja jin

Kemungkinan pulau yang dimaksud tempat dimana kerajaan jin itu berada adalah pulau Jawa, dimana waktu itu belum datang syiar agama Islam ke sana dan memang penduduk manusianya masih beragama Hindu dan Budha

Raja jin memberikan beberapa kenangan seperti benda pusaka kepada Syeikh Maghribi. Lalu dengan karomahnya Syekh Maghribi akhirnya dapat sampai ke kerajaan jin yang dimaksud dalam beberapa saat saja. Tetapi di kerajaan jin tersebut Syeikh tidak diterima dengan baik, bahkan raja jin disana memerintahkan agar Syeikh di tangkap. Tetapi dengan keromah yang dimiliki oleh Syeikh Maghribi semua pendekar-pendekar jin yang sakti dan pasukan jin dapat dikalahkan, Bahkan beberapa dari mereka hancur lebur. Melihat kekalahan ini, raja pun akhirnya turun tangan menghadapi Syeikh Maghribi. Sehingga terjadi adu kesaktian di antara keduanya. Syeikh Maghribi hanya mengandalkan doa dan zikir kepada Allah SWT. Dia yakin senjata paling hebat bagi orang mukmin adalah doa. Ternyata raja jin itupun akhirnya dapat dikalahkan oleh  Syeikh Maghribi

“Wahai manusia kami mengaku kalah tapi kami tetap tidak mau menerima

ajakanmu. Sekarang terserah keputusanmu. Engkau boleh membunuh kami semua,” ucap raja jin tersebut. “Wahai raja jin, aku tidak memaksa kalian

untuk masuk ke agamaku. Kalianlah yang menyerangku lebih dahulu dan aku hanya membela diri. Itu juga karena pertolongan Allah SWT. Agama Islam tidak memaksa seseorang untuk masuk kedalam Islam. Aku akan meninggalkan kalian. Tetapi di pulau ini agama Islam akan menyebar di golongan manusia. Aku mohon diri!” balas Syeikh Maghribi. Akhirnya, Syeikh Maghribi kembali ke tempat dimana dia memulai masuk ke dalam alam jin. Dia telah kembali ke alam manusia. “Alhamdullilah tugasku sudah selesai, walaupun aku gagal mengislamkan kerajaan jin nun jauh di sana Dan kini aku akan kembali ke rumah,” batin Syekh Mahribi.

Kedatangan Syeikh Maghribi ke kampungnya disambut gembira oleh beberapa keluarga dan masyarakatnya. Bayangkan saja, rupanya Syeikh telah meninggalkan kampung dan keluarganya sekitar kurang lebih lima tahun waktu alam manusia.

Semenjak itu, Syeikh Maghribi mengajar ilmu agama selain kepada manusia juga kepada jin-jin utusan kerajaan yang telah diislamkannya.

%d bloggers like this: