Menunggu Kedatangan Malaikat Maut

Para ulama mengatakan bahwa rasa takut yang dimiliki oleh manusia ketika kedatangan malaikat maut adalah sesuatu yang tidak dapat digambarkan seperti apa kedahsyatannya. Namun , sang Malaikat Maut pasti datang menjemput kita….

Tentu saja hanya mereka yang pernah merasakan sang maut yang tahu persis bagaimana kedatangan sang Malaikat Maut. Sayang mereka yang telah mati tak pernah bisa kembali kedunia ini untuk menceritakan pengalamannya bertemu dengan sang Malaikat Maut. Namun yang pasti kita semua pasti akan bertemu dengannya suatu saat nanti. Karena itu sudah sepatutnya bila kita berjaga-jaga dan mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangannya, yakni dengan amal ibadah yang baik, agar kedatangan sang pencabut nyawa ini dalam rupa yang menyenangkan hati kita.

Dari kitab An-Nashaih oleh Ibn Zhafar Al-Wa`iz yang bergelar Abu Hasyim Muhammad ibn Muhammad, diriwayatkan dari Ikrimah. Demikian kisah dalam kitab tersebut….

Ikrimah berkata, “Aku melihat sebagian besar kitab-kitab Syits menceritakan bahwa Adam as berkata, “Wahai Tuhanku,perlihatkan kepadaku bentuk Malaikat Maut sehingga aku bisa melihatnya. `Allah kemudian memberi wahyu kepada Adam. Kata-Nya, “Malaikat Maut mempunyai sifat-sifat yang tidak sanggup dilihat oleh mata manusia, maka Aku akan menggambarkan kepadamu bentuk Malaikat Maut, seperti yang Aku berikan kepada Rasul serta orang-orang pilihan.”

Dilanjutkan dengan uraian berikut…..

Allah kemudian mengutus Malaikat Jibril dan Mikail kepada Adam as yang membawa seekor domba yang memiliki sayap, yang mana sayapnya berjumlah 4000 lembar. Diantara sayap-sayap tersebut, ada yang panjangnya melampaui panjang bumi dan langit, ada yang melebihi arah timur yang paling jauh, dan ada yang melebihi arah barat yang paling jauh, di hadapannya terbentang bumi dengan semua gunung,lembah, danau, jin, manusia, binatang, segala laut, segala liang dan lubang. Semua bagaikan biji sawi yang terletak di tengah gurun Sahara. Mata yang banyak tidak terbuka kecuali pada tempat yang dibukanya. Sayapnya terkembang pada tempat yang ditujunya, sayap kanannya untuk kabar gembira, dia kembangkan untuk kaum pilihan Allah. Sedangkan untuk kaum kafir adalah sayap kirinya yang terdapat duri, pencongkel besi, dan gergaji-gergaji.

“Melihat semua itu Adam as lalu pingsan sambil berteriak keras dan baru sadar pada hari ketujuh. Ketika bangun, keringatnya harum seperti kesturi,” lanjut Ikrimah dalam kisah tersebut.

Diriwayatkan dari Ibn `Abbas ra, bahwa Nabi Ibrahim meminta malaikat Maut untuk memperlihatkan cara dia mencabut nyawa seorang mukmin. Malaikat Maut kemudian berkata .”Palingkan wajahmu dariku!”. Ibrahim kemudian memalingkan wajahnya , dan ketika menoleh kearah Malaikat Maut, tiba-tiba dia melihat makhluk Allah itu dalam bentuk seorang pemuda yang tampan dengan pakaian yang indah, aroma wangi serta muka berseri-seri.

“Demi Allah, walaupun seseorang tidak pernah mendapat nikmat sedikitpun, tapi jika dia melihat kamu dalam bentuk seperti ini pasti hal itu akan cukup baginya,” kata Ibrahim

“Sekarang perlihatkan caramu ketika mencabut nyawa orang kafir,” sambung Ibrahim lagi. “Kamu tidak akan kuat menyaksikannya, wahai Ibrahim,” kata Malaikat Mau. “Tapi aku ingin sekali melihatnya,” rajuk Ibrahim setengah memaksa.

“Kalau begitu maumu,baiklah. Sekarang palingkan wajahmu dariku,” perintah Malaikat Maut pasa utusan Allah itu.

Ketika Ibrahim menoleh kembali wajahnya kepada Malaikat Maut, dia melihat Malaikat Maut itu dalam bentuk seorang laki-laki yang hitam legam dengan wajah yang mengerikan. Kakinya berada di bumi dan kepalanya berada di langit. Rambut-rambut di tubuhnya terdapat api yang menyala-nyala.

“Demi Allah, seandainya orang kafir tidak menerima hukuman apa-apa selain hanya memandangmu saja, maka hal itu cukuplah baginya,” kata Ibrahim as.

Bentuk Malaikat Maut saat menjumpai manusia, tentunya berbeda-beda. Itu tergantung dari amal yang dia kerjakan sepanjang hidupnya. Bagi manusia yang  banyak mengerjakan amal sholeh, maka Malaikat Maut akan dating dengan bentuk yang sebagus-bagusnya. Sebaliknya, bagi orang kafir atau durhaka, Malaikat Maut akan dating dengan bentuk yang tidak akan terbayangkan oleh akal dan fantasi manusia.

Dalam soal bentuk Malaikat Maut, para ulama mengatakan bahwa bukan hal yang aneh kalau Malaikat Maut menampakkan diri dalam sosok yang berbeda. Pada diri malaikat, hal tersebut dapat terjadi dalam sekejap dengan kekuasaan dan izin Allah SWT.

Dalam melaksanakan tugasnya, terkadang Malaikat Maut akan memperlihatkan amalan orang yang bersangkutan sebelum orang itu mati, hingga dia mengetahui dunia malakut mana yang akan dia huni. Bila lidahnya saat itu masih terbebas, maka dia akan menceritakan hal-hal yang disaksikannya.

Dalam buku yang bertajuk Al-Lu`lui`yat karya Abu Muthi`Makhlul Ibn Al-Fadhl an-Nasafi diceritakan bahwa Ibnu Umar meriwayatkan, bahwa apabila Malaikat Maut selesai mencabut nyawa orang mukmin, maka dia akan berdiri di atas tangga rumah orang tersebut dan melihat bahwa keluarga yang ditinggalkan orang tersebut semuanya berteriak. Ada diantara mereka yang memukul-mukul wajahnya, berteriak histeris dengan menyebut-nyebut kemalangan yang telah menimpanya.

Malaikat Maut lalu berkata kepada mereka, “Kenapa kalian semua berkeluh kesah? Demi Allah, aku tidak mengurangi nyawa kalian, tidak menghilangkan rezeki kalian serta tidak berbuat zalim kepada kalian. Tetapi apabila kamu marah ,dan kemarahan itu ditimpakan kepadaku, padahal sebenarnya Allah yang telah memerintahkanku, maka kemarahanmu ditimpakan kepada mayat yang telah meninggal hingga mayat itu akan tersiksa. Apabila kemarahanmu ditimpakan kepada Allah, maka kamu telah berbuat ingkar kepada Alla. Sesungguhnya tiap-tiap kamu pasti akan aku datangi.”

Dalam sebuah hadist lain yang diriwayatkan oleh Ja`far Ibn Muhammad dari ayahnya, dia mengatakan bahwa Rasulullah SAW melihat Malaikat Maut tepat diatas kepala seorang pemuda Anshar. Rasulullah SAW kemudian berkata kepada Malaikat Maut, “Hendaklah engkau berlemah lembut terhadap sahabatku ini, karena dia seorang mukmin.”

“Wahai Muhammad, pemuda ini mempunyai jiwa yang bersih dan pandangan yang lembut. Aku pasti berlaku lemah lembut terhadap setiap orang mukmin. Aku selalu memberikan salam kepada semua penghuni rumah, baik dikampung maupun di kota, di laut maupun di darat, sebanyak lima kali setiap harinya, karena aku lebih tahu apa yang telah diperbuatnya untuk dirinya, baik ketika kecil maupun setelah dewasa. Demi Allah wahai Muhammad, apabila Allah telah menentukan nyawa yang akan dicabut, maka aku akan melaksanakan keputusan-Nya tanpa sanggup mengubahnya,” jelas Malaikat Maut.

Keterangan tersebut jelas menunjukkan bahwa Malaikat Maut hanya menjadi wakil Allah SWT guna mencabut nyawa semua makhluk, dan dia selalu mengerjakan tugasnya apabila Allah memberikan perintah kepadanya.

Ibnu `Athiyyah berkata, “Di dalam suatu hadist diceritakan bahwa nyawa semua binatang ternak langsung di cabut oleh Allah tanpa perantara Malaikat Maut, seolah-olah Allah menghilangkan kehidupannya. Tapi suatu kemuliaan bagi Bani Adam karena nyawanya dicabut oleh Malaikat Maut dan beberapa Malaikat lainnya. Allah menciptakan Malaikat Maut untuk mencabut dan mengeluarkan roh dari badan serta pasukannya yang selalu mematuhi perintah Malaikat Maut.”

Rasulullah SAW bersabda, “Malaikat Maut akan melihat wajah semua hamba sebanyak 70 kali setiap harinya. Apabila ada hamba yang tertawa padahal ajalnya akan segera datang, maka Malaikat Maut akan berkata, “Orang ini aneh, aku datang untuk mencabut nyawanya, tetapi dia malah tertawa.”

Wallahu a`lam bissawab.

%d bloggers like this: