Abu Hurairah

Gara- gara menemukan seekor kucing lalu membawanya di kantungnya, Rasulullah memberinya julukan bapak kucing. Dialah Abu Hurairah. Bagaimana kisah sahabat nabi yang penyabar, santun, dan bijaksana sekaligus yang banyak meriwayatkan hadist dari Nabi Muhammad SAW ini….?


Abu Hurairah adalah seorang sahabat dari suku Daus. Terjadi perbedaan pendapat ihwal namanya. Salah seorang putranya, Al Muharrar ibn Abi Hurairah mengatakan, “Nama ayahku adalah Abdu Amru ibn.Abdu Ghanam

Abu Hurairah sendiri pernah berkata, “Namaku pada masa jahiliyah adalah Abdu al-Syams. Rasulullah menamaiku dengan Abdurrahman dan aku dipangil dengan Abu Hurairah karena aku pernah menemukan seekor kucing dan aku bawa kucing itu di kantungku. Sejak itu aku dipanggil Abu Hurairah”

Diceritakan juga bahwa Rasulullah SAW pernah melihatnya sedang membawa kucing di kantungnya maka Beliau pun memanggilnya dengan “Abu Hurairah”

Abu Hurairah masuk Islam pada masa perang Khaibar. Diceritakan, setelah mendapat hidayah dia segera berangkat menemui Rasulullah, namun sayang, niatnya tidak kesampaian karena diancam oleh orang-orang Quraisy untuk tidak menemui Rasulullah SAW atau mendengarkan perkataannya.

Dia pernah meminta Rasulullah SAW mendoakan kabilahnya ketika mereka enggan memeluk Islam namun tiba-tiba dia berubah pikiran, dia takut kalau-kalau Rasulullah mendoakannya agar kaumnya hancur. Akan tetapi, Nabi malah berdoa: “Ya Allah, berilah petunjuk kepada kabilah Daus.”

Diceritakan ketika benteng pertahanan terakhir kota Khaibar runtuh dan jatuh ke tangan kaum muslimin, baginda Nabi dan para sahabatnya melihat warna hitam memancar dan mengarah kepada mereka. Ketika warna hitam itu sampai kepada mereka, terlihatlah Thufail pemimpin kabilah Daus dengan diiringi 80 kerabatnya dari suku Daus. Mereka semua memeluk Islam, termasuk Abu Hurairah

Abu Hurairah sangat mencintai ibunya. Dia berbakti kepadanya, tetapi sayangnya sang Ibu belum mau memeluk Islam. Setiap kali dia mengajaknya agar memeluk agama Islam, maka selalu kena caci maki ibunya, bahkan tidak sedikit kata-kata hinaan kepada Rasulullah SAW muncul dari mulut sang ibu. Abu Hurairah pun Menangis hamper tiada henti.

Imam Muslim mencatat sebuah hadist dari Yazid ibn Abdurrahman;

“Telah bercerita kepadaku Abu Hurairah, beliau berkata, “Aku selalu mengajak ibuku untuk memeluk Islam ketika ia masih musyrik. Pada suatu hari aku mengajaknya lagi, namun ia malah mengucapkan kata-kata hinaan terhadap Rasulullah. Maka aku pun mendatangi Rasulullah dengan menangis aku berkata,”Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku mengajak ibuku untuk memeluk Islam, namun ia menolak ajakanku. Pada suatu hari, aku mengajaknya lagi namun ia malah mengucapkan kata-kata hinaan terhadap Rasulullah, maka berdoalah pada Allah agar Dia memberi petunjuk kepada ibuku.” Kemudian Rasulullah berdoa, “Ya Allah,berilah petunjuk kepada ibunda Abu Hurairah.” Setelah itu aku berpisah dengan Rasulullah dengan perasaan gembira karena doa beliau. Ketika aku tiba, rumah dalam keadaan lengang, namun setelah beberapa langkah aku masuk,ibuku berkata, “Diam di tempatmu, Abu Hurairah, aku dengar suara gemericik air.” Abu Hurairah berkata,”Maka ibuku segera Mandi dan mengenakan baju besinya, kemudian segera menaiki keledai. Melihat hal tersebut aku segera membukakan pintu kemudian ibuku berkata:” hai Abu Hurairah, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba dan utusan-Nya.” Mendengar apa yang diucapkan ibuku, aku kembali menghadap Rasulullah sambil menangis karena gembira,aku berkata kepada beliau,”Wahai Rasulullah,bergembiralah, Allah telah mengabulkan doamu dan memberi hidayah kepada ibuku. Mendengar berita itu Baginda Nabi mengucap syukur kepada Allah, kemudian Beliau mengatakan hal-hal. yang baik. Aku berkata, Wahai Rasulullah, berdoalah kepada Allah agar Dia menjadikan aku dan ibuku dicintai oleh hamba-hamba-Nya yang mukmin dan kami bisa mencintai mereka. Kemudian Rasulullah berdoa:”Ya Allah, jadikanlah hambamu ini (Abu Hurairah) dan ibunya agar dicintai oleh hamba-hamba-Mu yang mukmin, dan jadikanlah agar mereka berdua mencintai semua orang mukmin. Oleh sebab itu, tidak ada seorang mukmin pun yang Mendengar namaku atau melihat ku melainkan mereka akan mencintaiku.”

Kendati begitu,ada sebagian ulama yang menganggap bahwa Abu Hurairah Melebih-­lebihkan sebagian hadist yang dia riwayatkan. Inilah jawaban Abu Hurairah yang dicatat oleh Imam Muslim. Ibnu Syihab berkata mengutip pernyataan Abu Hurairah sendiri, “Mereka mengatakan bahwa Abu Hurairah telah melebih-lebihkan, biarlah kuserahkan hal itu kepada Allah. Mereka berkata, “Kenapa orang-orang Muhajirin dan Anshar tidak bercerita seperti yang diceritakannya?” Aku beritahukan kepada kalian; teman-temanku dari kaum Anshar selalu sibuk dengan garapan ladang mereka, dan teman-temanku dari kaum Muhajirin selalu sibuk bertepuk tangan dipasar , sedangkan aku selalu bersama Rasulullah, aku menyaksikan ketika mereka tidak ada dan aku menghapal ketika mereka lupa. Dan pada suatu hari Rasulullah bersabda; “Siapa dari kalian yang mau menghamparkan bajunya maka dia mengambil dari perkataanku ini kemudian menghimpunnya ke dalam dadanya, maka dia tidak akan lupa tentang apa yang didengarnya.” Maka aku pun menghamparkan selimutku hingga beliau selesai dengan hadistnya.kemudian aku menghimpunnya ke dalam dadaku, maka aku tidak lupa sedikitpun apa yang beliau ceritakan kepadaku sejak hari itu, seandainya tidak ada dua ayat yang Allah turunkan dalam kitab-Nya niscaya aku tidak akan menceritakan sedikitpun selamanya.

Firman Allah:”Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Alkitab,mereka itu dilaknati oleh Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati. Kecuali mereka yang telah bertobat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran). Maka terhadap mereka itulah Aku menerima tobatnya dan Akulah yang Maha Menerima tobat lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Baqarah :156-160)

Imam Syafi`i berkata, “Pada masanya Abu Hurairah adalah orang yang paling kuat hapalannya di antara para perawi hadist”.

Tidak diragukan lagi, jika Abu Hurairah tidak tekun mengikuti Rasulullah dan tidak punya hapalan yang kuat, niscaya kaum muslim akan banyak kehilangan hadist-hadist NabiSAW.

Dikisahkan, pada suatu hari Abu Hurairah datang ke sebuah pasar di Madinah dan berkata dengan suara keras di tengah pasar, “Lemah sakali kalian wahai penduduk Madinah.” Mereka pun berkata kepadanya.”Kelemahan apa yang kau lihat dari kami wahai Abu Hurairah?”.

Beliau menjawab, “Warisan Rasulullah SAW sedang dibagi-bagikan sedangkan kalian masih disini? Kenapa kalian tidak pergi mengambil bagian kalian?”

Mereka menjawab, “Benar wahai Abu Hurairah, tetapi dimana bagian itu?”

Abu Hurairah menjawab, “Di Masjid Rasulullah.”

Kemudian mereka segera berangkat ke Masjid Rasulullah untuk mendapatkan bagian mereka masing-masing sedangkan Abu Hurairah masih berdiri di tengah pasar menunggu mereka kembali. Ketika mereka kembali dan melihatnya mereka berkata, “Abu Hurairah kami telah mendatangi Masjid, namun kami tidak melihat apapun yang sedang dibagikan, kami hanya melihat orang-orang yang sedang shalat, orang-orang yang sedang membaca Al-Quran dan orang-orang yang sedang berdzikir, tak ada yang kami temukan selain itu.”

Abu Hurairah menjawab,” Payah kalian!. Itulah warisan Rasulullah.”

Ternyata mereka semua telah lalai. Menurut Imam Bukhari, orang-orang yang meriwayatkan hadist dari Abu Hurairah dari kalangan sahabat dan tabiin lebih dari seratus delapan orang, dari kalangan sahabat antara lain; Ibnu Abbas, Ibnu Umar,Jabir,Anas, dan Watsilah ibn Al-Asqa.

Pada masa pemerintahan Umar, Abu Hurairah ditugaskan di Bahrain kemudian dicopot dari jabatannya. Ketika diminta menduduki jabatannya kembali beliau menolaknya.

Banyak perbedaan pendapat mengenai kapan beliau wafat. Menurut perkiraan sekitar antara tahun 57,58,59 sampai tahun 88 H. Beliau wafat di daerah Al-`Aqiq dan dimakamkan di Madinah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: